Bicara di Davos, Luhut Beberkan Program Kendaraan Listrik di RI

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pentingnya peran Pemerintah Indonesia dalam kerja sama dengan perusahaan teknologi.

Hal itu diungkapkannya saat memberikan sambutan pembukaan pada acara GrabLuncheon dengan ‘Big Tech Companies’.

Adapun yang dimaksud dalam ‘Big Tech Companies’ tersebut antara lain Microsoft, VMWare, Global Uber dan Global Mastercard President Singapore ICT Minister.

“Khususnya hari ini, saya ingin mengatakan tentang peran Pemerintah dalam bekerja bersama dengan perusahaan teknologi untuk memanfaatkan teknologi untuk kemajuan perbaikan ekonomi dan sosial bagi warga negara kita,” kata Luhut di Davos, Swiss, dikutip dari keterangan tertulis Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Selasa (21/1/2020).

Luhut mengatakan saat ini, tanpa kita sadari kita selalu dikelilingi oleh teknologi. Diikelilingi oleh digitalisasi dan teknologi hampir semua kegiatan dilakukan secara virtual dimanapun dan apapun yang kita lakukan.

Selain itu, menurut Luhut, setiap orang memiliki hak untuk mendapat manfaat dari ekonomi digital. Untuk mendapatkan lebih banyak, untuk memilih pekerjaan yang fleksibel, dan untuk belajar keterampilan baru.

Di wilayah berkembang seperti Asia Tenggara, memberi orang akses ke platform digital dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan untuk generasi berikutnya.

Loading...

Untuk meningkatkan teknologi itu, Presiden Joko Widodo berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Dan di sinilah saya percaya perusahaan teknologi akan memiliki peran penting di dalamnya. Seperti dengan Indonesia, saya percaya banyak pemerintah di seluruh dunia memandang para pemimpin industri seperti anda untuk bekerja bahu-membahu bersama dalam mengembangkan bakat berkualitas untuk membantu membangun bangsa,” ungkapnya.

Luhut berharap perusahaan teknologi nantinya dapat membantu Pemerintah Indonesia membangun ekosistem yang tepat untuk pusat Research and Development (R&D) untuk dampak jangka panjang bagi semua bangsa.

“Penting juga bahwa perusahaan teknologi berkomitmen untuk berada di sini untuk jangka panjang, membangun untuk generasi masa depan, tidak hanya menghasilkan uang, tetapi juga membantu Pemerintah menemukan solusi untuk masalah kita,” jelasnya.

Kendaraan Listrik

Seperti contoh, lanjut Luhut, Indonesia adalah negara dengan polusi udara yang buruk dari kendaraan seperti mobil dan motor, dan fakta bahwa kita belum mengoptimalkan sumber daya alam kita untuk impor bernilai tinggi.

“Inilah latar belakang mengapa presiden kita memutuskan untuk fokus pada inisiatif seperti mengembangkan ekosistem Kendaraan Listrik/Electric Vehicles (EV) di negara ini. Kami memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan jika kami melakukan ini dengan benar, kami dapat menjadi pemasok global baterai lithium terbesar untuk EV di seluruh dunia,” ujarnya.

“Saya juga ingin mengenali Grab yang telah bermitra dengan kami dalam meluncurkan pilot EV di Jakarta dan kami berharap untuk meningkatkan adopsi EV dengan langkah tambahan. Indonesia ingin lompat sebagai pemain global untuk ekosistem EV dan bermitra dengan perusahaan teknologi yang tepat adalah salah satu cara kita dapat melakukan itu,” tambahnya.

Sebagai penutup, Luhut menekankan bahwa Pemerintah Indonesia terbuka untuk bekerja dengan sektor swasta, dan dirinya percaya bahwa banyak negara lain mengambil pendekatan yang sama seperti apa yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Bagi para pemimpin sektor swasta dan industri teknologi seperti anda penting untuk menunjukkan komitmen yang sama terhadap pembangunan masyarakat dan bangsa. Itu adalah cara terbaik bagi Pemerintah dan sektor swasta untuk bekerja sama, menggunakan teknologi untuk selamanya,” tutup Menko Luhut.

Sumber : detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *