Pakar Pidana: Granat Meledak di Monas Bikin Orang Ketakutan

Posted on 7 views
 Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono memaparkan bahwa bisa saja granat yang meledak di Monas milik anggota Polri yang tertinggal. Alasan granat ini memang masuk dalam kategori kepolisian. Namun untuk menunggu lama, granat itu masih menunggu hasil penelitian laboratorium forensik
“Granat secepatnya bisa dimiliki tim kita, mungkin tertinggal. TAPI kan Belum industri tahu kitd dalami dulu,”Katanya seperti dilansir  Viva.co.id
Menanggapi hal itu Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad meminta agar polisi harus memperjelas kasus tersebut. Diperlukan agar tidak muncul spekulasi di masyarakat.
“Apakah itu untuk menghindari aksi kemarin? Harus diperjelas barang itu untuk apa, kalau ketinggalan. Juga ini membuat orang menantang, jangan-jangan sengaja ditinggal atau gimana, ”katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (3/12/2019).
Selain itu, ia juga menyetujui perlu satu pengungkapan siapa yang menerima barang. Namun, ia menekankan harus ada pertanggungjawaban bagi pengacara karena sudah ada korban.
“Jika menyebabkan luka ya harus ada pertanggungjawaban hukum apakah harus etis atau yuridis. Kalau begitu etis, Propam harus melakukan pemeriksaan, ”tegasnya.
Karena itu, kata dia, perlu ini menjadi edukasi kebati-hatian maka harus dipertegas siapa yang harus bertanggung jawab. Suparji menyebut, polisi jangan hanya berhenti pada temuan yang mengeluarkan granat yang tertinggal.
“Nggak bisa berhenti di situ (mengabaikan ini granat tertinggal, red.). Harus ada pertimbangan mengapa sampai ada barang itu dan bagaimana tindakan bagi anggota itu. Karena kesalahan tidak hanya menjawab karena kesengajaan tetapi juga kealpaan, ”pungkasnya.
sumber : kiblat.net
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *