Pukuli Muridnya dengan Peci, Oknum Guru Ponpes di Lampung Disidang

Posted on

Terdakwa Agit Syahputra (18) yang merupakan oknum guru salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Lampung mengawali masa sidang lantaran diduga memukul murid didiknya dengan sebuah peci hingga memar.
Terdakwa Agit sendiri merupakan warga Jalan P. Karimun Jawa, Gang Jati, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Oktavia Mustika mengatakan, jika perbuatan terdakwa bermula pada saat belajar jam malam di ruang kelas dan yang mengajar adalah terdakwa.

“Ketika itu terdakwa memberikan hapalan Tasfiran, dan saksi korban Imam Mahdi belum mendapatkan buku Tasfiran sehingga saksi Imam Mahdi meminjam buku Tasfiran kepada saksi Reza untuk menghapal,” katanya saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas IA Bandar Lampung.

Kemudian saksi korban Imam Mahdi maju untuk hapalan dilanjutkan saksi Reza dipanggil maju ke depan dan belum hapal Tasfiran tersebut.

Loading...

“Saksi Reza mengatakan kepada terdakwa bahwa bukunya dipinjam oleh saksi Imam Mahdi,” ujar dia.
Selanjutnya terdakwa memanggil saksi korban Imam Mahdi dan berkata ‘Kenapa kamu minjem buku Reza, kan udah dibilangin nggak boleh minjam buku orang lain, kenapa kamu bohong’.

“Lalu saksi korban Imam Mahdi menjawab ‘Iya, saya minjam buku Reza’ dan saat itu juga terdakwa langsung memukul saksi korban Imam Mahdi dengan manggunakan peci milik saksi Iqbal di bagian telinga sebelah kiri sampai leher berulang kali sebanyak lebih dari 20 kali hingga peci tersebut robek,” jelas JPU.

Pada saat itu saksi korban Imam Mahdi hanya bisa menunduk menahan sakit. Terdakwa juga membentak saksi korban Imam Mahdi untuk menegakkan kepala saksi korban, ketika saksi korban Imam Mahdi menegakkan kepalanya, terdakwa memukul kembali saksi korban Imam Mahdi di bagian bawah mata dengan menggunakan telapak tangan bagian dalam dekat pergelangan tangan kanan terdakwa berulang kali.

“Lalu terdakwa mengatakan kepada saksi Imam Mahdi ‘Udah, mau diulangin lagi nggak?’ kemudian saksi korban Imam Mahdi menjawab ‘Enggak tad’ dan kemudian terdakwa mengatakan ‘Kalau besok diulangi ditambahin lagi sampai berdarah, ngadu-ngadu lah bapak, nggak takut’,” kata Jaksa menirukan perkataan terdakwa.

Dari perbuatan terdakwa, pihak keluarga melaporkannya kepada polisi dengan bahan bukti berupa surat visum yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dengan kesimpulan terdapat luka pelebaran pembuluh darah pada selaput bola mata kanan sisi luar, luka memar pada dahi sebelah kanan, kepala sebelah kiri, kepala bagian belakang, telinga kiri, dan leher bagian belakang akibat kekerasan benda tumpul.

Terdakwa diancam pidana dalam Pasal 80 Ayat (2) Jo Pasal 76C UU RI No.17 tahun 2016 Tentang Penetapan pengganti PP Pengganti UU No.1 tahun 2016 Tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Indra, mengatakan jika dakwaan yang dibacakan JPU tak seluruhnya sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Seperti tadi, saksi korban bilang jika tak ditampar menggunakan tangan hanya pakai peci, itu saya bantah. Maka di sidang selanjutnya akan kami ajukan eksepsi,” pungkasnya.(*)

sumber :kumparan.com

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *